kemarin, aku dan abun ke samarinda. mengurus beberapa hal untuk persiapan administrasi pernikahan, salah satunya adalah vaksinasi tetanus.
kami datang ke puskesmas di daerah dekat rumah. banyak tumpukan sandal di depan pintu. rupanya, tidak boleh mengenakan sandal/sepatu di dalam gedung puskesmas. saat masuk, suasana nya sangat sederhana dan terasa asing. tidak ada aroma dettol atau pun karbol yang berbau cemara segar. aroma kaum pinggiran. aku seperti masuk ke sebuah dunia baru.
aku bukanlah orang kaya. tetapi, bersama mereka aku merasa seperti masuk ke dalam dunia baru. dunia yang mungkin tidak pernah kusentuh sebelumnya. dandanan sederhana, aroma yg khas, semua bentuk kesederhanaan itu membuatku terpana.
aku saat itu terhenyak, betapa jauhnya aku dengan kehidupan mereka. padahal mereka ini adalah tetangga-tetanggaku. aku cermati gaya hidup mereka yang datang ke puskesmas ini. sederhana, bahkan terlalu sederhana.
mereka bukan kaum yang memikirkan bagaimana berpenampilan yang baik, contohnya ada ibu-ibu yang datang dengan wajah dipenuhi bedak dingin, ada pula yang berpakaian seadanya, dan (maaf) berbau kurang sedap.
ternyata, dengan segala kesederhanaan itu mereka masih bisa tersenyum, tertawa, dan anak mereka masih tetap terlihat sehat. aku salut kepada pihak puskesmas yang sangat telaten menghadapi orang-orang ini. mereka tidak pernah peduli dengan betapa lusuhnya masyarakat yg datang, betapa tidak sedapnya aroma yang ada, dll. Puskesmas tetap melayani. meskipun aku agak sebel sama org yg bertugas di ruang imunisasi. mentang2 cuma gantiin dokter yang jaga, dia asiiiik ngerumpi di ruangan lain, padahal pasien udah nunggu. dalam hatiku, untuuuuung aja cuma imunisasi, jadi masyarakat nunggu dalam keadaan sehat. tapi kekecewaan ku terobati. karena ada hal yang membuat aku takjub, biaya vaksin nya murah banget! aku cuma butuh bayar biaya jarum yaitu 2000 perak. subhanallah ,,, murah bener yak?? padahal, klo kita vaksin di dokter.. bisa puluhan ribu .. ckckck.. mantab!
Hmm..kenapa ya kadang kita mengeluh jika kita ada masalah? padahal mungkin, kesusahan itu sebenarnya bukan merupakan kesulitan. hanya karena di bawah dari standar yang biasa kita rasakan maka kita sebut masalah itu adalah sebuah kesulitan..
misalnya, klo udah ga punya duit bawaanya sensiiiii mulu. puyeng bener dah! padahal kalo dipikir2 itu uang benernya cukup aja. cumaaaa karena berada di bawah standar yang biasanya kita punya, makanya kita puyeeeeng setengah mati ,,,
aduuh, jadi merasa malu … ngomel gara2 duit… astghfirullah ,, maaf ya yang tadi udah merasa kaget tiba2 aku sensi masalah duit ,,, maaf ,,, maaaaf banget ,,,, meskipun bokek, tetep enjoooyyy … insya Allah rejeki itu ada aja

